Selasa, 30 Oktober 2012

proses pencatatan



Tugas Softskill kedua juga memberi saya misi untuk merangkum teori tentang proses pencatatan , rangkuman ini berdasarkan sumber yang ada ..
\
Pemrosessan Transaksi

Fungsi dari IS adalah untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan sehari-hari. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan cara :
1.       Memproses transaksi yang timbul dari sumber ekstern dan sumber intern.
2.       Menyiapkan output seperti dokumen operasional atau laporan keuangan.
Kedua kegiatan diatas dikenal sebagai kegiatan pemrosesan transaksi.



 
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuaA2G7emCnjdalJmmrU0FtylG0JKfUK2yXgK4xkkKPwhyphenhyphenBsBVmh84EKBZJ6gb0QwXFhtvdFU_Z4e1yPf1N3Y1tntMRiGHJEi1EXrbO_W0IZFBVCV3_94Y3ki0hIJvci6Yqz5LurR83ZU/s400/untitled.bmp

                 Bagan Siklus Akuntansi

Sebelum transaksi diproses, kita terlebih dahulu harus mengidentifikasikan data-data transaksi yang dibutuhkan dalam suatu laporan keuangan. Kita tidak perlu mengumpulkan transaksi yang tidak dibutuhkan oleh suatu laporan keuangan. Jadi kesimpulannya kita memulai pemrosesan suatu transaksi akuntansi harus diawali mulai dari atas bukan dari bawah (laporan keuangan). Dimulai dari desain laporan keuangan, kemudian pembuatan bagan rekening, setelah itu diidentifikasikan berdasarkan siklus transaksi, dan yang terakhir baru dibuat ayat jurnalnya.

Bagan Rekening
à  Daftar yang menguraikan semua rekening yang digunakan dalam pembuatan laporan keuangan.

Kegiatan pembuatan bagan arus tersebut tidak terlepas dari kegiatan pengkodean.

Pengkodean
Untuk membantu dalam pengumpulan maupun pemrosesan transaksi biasanya diberi suatu kode. Dimana kode adalah suatu kerangka yang menggunakan huruf atau angka (atau kombinasi keduanya) untuk memberikan tanda terhadap klasifikasi yang sebelumnya telah dibuat (bagan rekening).

Pengklasifikasian Transaksi
Karena tingkat arus transaksi dalam suatu perusahaan sangat kompleks, untuk mempermudah dalam penyajiannya, maka tiap transaksi diklasifikasikan ke dalam beberapa siklus-siklus transaksi.
Siklus transaksi mengelompokkan satu atau lebih transaksi yang mempunyai kesamaan tujuan.
Siklus transaksi untuk satu perusahaan dengan perusahaan lain akan berbeda, disini diberi contoh siklus transaksi perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur.

  Perusahaan Manufaktur         Perusahaan Dagang
    - Pendapatan                  – Pendapatan
    - Pengeluaran                 - pengeluaran
    - Produksi                    - Manajemen Sumberdaya
    - Keuangan                    - laporan keuangan

Dari pengklasifikasian tersebut nantinya dapat dengan mudah dibuat suatu bagan rekening.


Komponen pemrosesan transaksi
Seperti layaknya suatu sistem, komponen pemrosesan terdiri dari Input, Proses, Penyimpanan, Output.

Input
Input dalam suatu proses transaksi adalah dokumen sumber yang dapat berupa formulir atau bukti transaksi lainnya.

Proses
Dalam sistem manual, proses disini terdiri dari kegiatan pemasukkan data transaksi kedalam jurnal. Dalam sistem komputer, prosesnya dilakukan dengan memasukkan data kedalam file transaksi.
Jenis jurnal :
Jika perusahaan masih dalam skala kecil, maka dapat digunakan jurnal umum, tapi jika perusahaan mulai membesar dan aktivitas perusahaan bertambah maka digunakan jurnal khusus. Misalnya, Jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas.

Penyimpanan
Media penyimpanan dari transaksi secara manual adalah Buku Besar. Buku besar ini menyediakan ikhtisar transaksi-transaksi keuangan perusahaan. Proses pemasukkan data dari jurnal kedalam buku besar disebut “POSTING”
Untuk sistem komputer, posting ini dilakukan dengan mengup-date file master menggunakan file transaksi.

Macam-Macam File penyimpanan :
1.    Master File
Þ                  Merupakan kumpulan catatan(record) yang bersifat tetap dan berisi data yang selalu disesuiakan dengan keadaan.
2.    File Transaksi
Þ                  kumpulan catatan transaksi yang terjadi yang digunakan untuk up-date master file.
3.    File Indeks
Þ                  Merupakan master file yang berisi data yang digunakan dalam proses menyesuaikan suatu master file. C/ : file pelanggan (berisi No.Pelanggan, alamat, maksimum kredit, dll), digunakan sebagai petunjuk untuk menyesuaikan file piutang (master file).

4.    File Tabel
Þ                  Suatu master file yang berisi data yang digunakan sebagai referens dalam memproses suatu file. Biasanya berisi data yang bersifat tetap yang digunakan dalam perhitungan-perhitungan, seperti file gaji karyawan yang digunakan untuk menyusun daftar gaji, file tarif pajak penghasilan yang digunakan untuk menghitung potongan pajak penghasilan karyawan.

Keluaran
Terdapat berbagai macam jenis keluaran yang dihasilkan dari proses transaksi, antara lain : Laporan keuangan, Laporan Operasional, Dokumen Pengiriman, faktur, dsb.

Metode pemrosesan Transaksi
1.      Batch Processing (Pemrosesan Kelompok)
2.      On-Line Processing (Pemrosesan Langsung)

Proses Pencatatan Akuntansi
Secara umum, akuntansi (accounting) dapat dipahami sebagai suatu proses kegiatan mengolah data keuangan (input) agar menghasilkan informasi keuangan (output) yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan atau organisasi ekonomi yang bersangkutan.
Akuntansi juga dapat diterjemahkan sebagai cara atau metode yang digunakan untuk menyelenggarakan pencatatan-pencatatan mengenai transaksi keuangan sehingga menghasilkan informasi yang relevan untuk pengambilan suatu keputusan.
Transaksi adalah kejadian atau situasi yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan, atau yang mengakibatkan berubahnya jumlah atau komposisi persamaan antara kekayaan dan sumber pembelanjaan.
Setiap transaksi akan berpengaruh paling tidak “dua perkiraan” dan dicatat pada“dua sisi berlawanan” (Debet dan Kredit). Untuk itu dalam akuntansi dikenal istilah saldo normal. Berikut ini kelompok perkiraan dan saldo normalnya :

No
Jenis Account
+
-
Saldo Normal
1
Aktiva
Debit
Kredit
Debit
2
Akm. Penyusutan
Kredit
Debit
Kredit
3
Hutang
Kredit
Debit
Kredit
4
Modal/Kekayaan
Kredit
Debit
Kredit
5
Partisipasi Anggota
Kredit
Debit
Kredit
6
Pendapatan
Kredit
Debit
Kredit
7
Biaya
Debit
Kredit
Debit

Akutansi memiliki proses yang terdiri dari tahapan-tahapan untuk dapat menghasilkan laporan yang diinginkan, sebagai berikut :
1. Proses Mengklarifikasi Transaksi
Tahap yang awal ini adalah di mana dilakukan suatu pembagian transaksi suatu organisasi atau perusahaan ke dalam jenis-jenis tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.
Contoh seperti membagi transaksi yang masuk ke dalam penjualan, pembelian, pengeluaran kas, penerimaan kas dan lain sebagainya ke dalam masing-masing bagian.
2. Proses Mencatat Dan Merangkum
Setelah melakukan pengklarifikasian data selanjutnya adalah melakukan pencatatan. Masukkan transaksi yang ada ke dalam jurnal yang tepat sesuai urutan transaksi terjadi atau kejadiannya. sumber-sumber yang dapat dijadikan bukti adanya transaksi yaitu seperti kertas-kertas bisnis semacam bon, bill, nota, struk, sertifikat, dan lain sebagainya.
3. Proses Menginterpretasikan Dan Melaporkan
Setelah kedua proses di atas dijalankan, maka proses yang terakhir adalah melakukan pembuatan kesimpulan dari kegiatan atau pekerjaan laporan keuangan sebelumnya. Segala hal yang berhubungan dengan keuangan perusahaan diungkapkan pada laporan keuangan tersebut.
Dari informasi laporan keuangan baik dalam bentuk laporan rugi laba, laporan modal dan neraca seseorang dapat mengetahui apa yang terjadi pada suatu perusahaan, apakah sudah sesuai dengan tujuan perusahaan dan informasi tersebut dapat menjadi acuan atau pedoman bagi manajemen untuk mengambil keputusan kebijakan pada organisasi perusahaan demi mencapai kondisi yang diinginkan.


SIKLUS ATAU PROSES PENCATATAN AKUNTANSI

PENGERTIAN SIKLUS AKUNTANSI
Siklus Akuntansi adalah kegiatan bertahap yang harus di lalui dalam proses akuntansi yang  berjalan terus menerus dan berulang.

Siklus Akuntansi dapat dibagi menjadi beberapa tahapan :
1.  Analisis Transaksi
2.  Jurnal
3.  Posting jurnal ke buku besar
4.  Neraca Saldo
5.  Jurnal Penyesuaian
6.  Neraca Lajur
7.  Jurnal Penutup
8.  Penyusunan Laporan Keuangan
9.  Neraca Saldo Setelah Penutupan
10.  Jurnal Pembalik

TRANSAKSI
merupakan kejadian atau situasi yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan, atau yang mengakibatkan berubahnya jumlah atau komposisi persamaan antara kekayaan dan sumber pembelanjaan.



JURNAL DAN BUKU BESAR
Dalam akuntansi, Jurnal adalah suatu buku di mana transaksi-transaksi bisnis dicatat secara ronologis pada prosedur pembukuan sebelum dimasukkan ke dalam buku besar
1. Jurnal Umum
Bentuk atau format buku jurnal sebagai tempat mencatat transaksi pada setiap perusahaan berbeda satu dengan yang lainnya.
2. Jurnal khusus
Dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:
a. Jurnal penjualan (Sales Journal)
Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.

b. Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.

c. Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)
Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas. 

d. Jurnal Pembelian (Purchases Journal)
Jumal pembelian berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan secara kredit. Bukti transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian adalah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian).

BUKU BESAR
Buku Besar adalah buku yang berisi semua rekening-rekening (kumpulan rekening) yang ada dalam laporan keuangan.
Buku ini mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada masing-masing rekening dan pada akhir periode akan tampak saldo dari rekening-rekening tersebut. Setiap transaksi yang telah dicatat dalam jurnal akan diposting atau dipindahkan ke Buku Besar secara berkala.


NERACA SALDO
Neraca Saldo adalah daftar yang berisi kumpulan seluruh rekening/perkiraan Buku Besar.
Neraca Saldo biasanya disiapkan pada akhir periode atau dapat juga disiapkan kapan saja untuk memastikan keseimbangan Buku Besar. Untuk menyiapkan Neraca Saldo, saldo tiap perkiraan harus ditentukan terlebih dahulu.

JURNAL PENYESUAIAN
Setelah transaksi dicatat seluruhnya ke dalam jurnal dan buku besar, kemudian dibuat neraca percobaan (trial balance) yang angka-angkanya diambil dari saldo buku besar.



Neraca percobaan ini harus menunjukkan jumlah yang sama antara jumlah sisi debit dan sisi kredit. Neraca percobaan berguna untuk menguji ketepatan pencatatan transaksi ke dalam buku jurnal dan buku besar.
Penyesuaian ini diperlukan karena sering kali perusahaan mengalami situasi dimana pendapatan yang diterima dengan biaya yang dikorbankan tidak jatuh bersamaan. Dengan dilakukannya penyesuaian terhadap beberapa perkiraan, seluruh transaksi yang dipengaruhi laba periodik dan posisi keuangan telah dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan.

NERACA LAJUR
Neraca lajur merupakan kertas berkolom (berlajur) yang digunakan sebagai kertas kerja untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan perusahaan secara sistematis. Pemakaian neraca lajur sangat bermanfaat bagi perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan.  Manfaat pemakaian neraca lajur antara lain: dapat digunakan untuk memeriksa data (rekening dan jumlah saldo) yang akan disajikan dalam laporan keuangan, dapat menunjukkan bahwa prosedur-prosedur yang perlu dilakukan untuk menyusun laporan keuangan telah dilaksanakan, dan dapat mempermudah menentukan kesalahan yang mungkin dilakukan.

JURNAL PENUTUP
Siklus akuntansi belum berakhir dengan selesainya penyusunan laporan keuangan.  Pada akhir periode setelah laporan keuangan tersusun, suatu perusahaan masih harus membuat jurnal yaitu jurnal penutup.  Jurnal penutup digunakan untuk menutup rekening-rekening nominal yaitu pendapatan dan biaya.

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
Adapun tujuan penyusunan laporan keuangan secara singkat adalah untuk memberikan informasi yang relevan pada pihak-pihak di luar perusahaan.

NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN
a)    Setiap perkiraan yang belum sesuai pada akhir periode akuntansi dilakukan penyesuaian, hal ini dipandang perlu karena :
ada suatu transaksi yang terjadi tetapi belum dilakukan pencatatan pada perkiraan yang tertentu.
b)    melakukan pemeriksaan dari saldo perkiraan agar menunjukkan saldo yang sebenarnya.

Perkiraan-perkiraan yang menyebabkan keuntungan atau kerugian suatu perusahaan akan ditutup dengan ayat penutup dengan tujuan agar perkiraan itu menjadi nol, karena semuanya diperhitungkan dengan perkiraan modal melalui perkiraan ikhtisar laba rugi.


JURNAL PEMBALIK
Jurnal pembalik ini bukan merupakan keharusan dalam proses akuntansi, akan tetapi
untuk menyederhanakan akan lebih baik bila di lakukan.

Selasa, 16 Oktober 2012

tugas 1 SIA

Kegiatan selama 2 minggu

RABU, 03 OKTOBER 2012
JAM    KEGIATAN
05.00-07.30    Bangun tidur,  sholat subuh,  mandi, siap-siap ke kampus
07.30-08.00    Perjalanan ke kampus
08.00-16.00    Kuliah
16.00-16.30    Perjalanan pulang dari kampus
16.30-18.00    Sholat ashar, istirahat, makan, nonton tv
18.00-18.30    Sholat maghrib
18.30-21.00    Nyelang air, nyapu, ngepel, cuci piring, mandi, sholat isya
21.00-21.30    Ngerjain tugas
21.30-23.00    Telephone someone(hehehe)
23.00-05.00    Tidur

KAMIS , 04 OKTOBER 2012
JAM    KEGIATAN
05.00-05.30    Sholat subuh
05.30-07.00    Tidur lagi
07.00-08.00    Mandi, siap-siap berangkat ke kampus
08.00-08.40    Perjalanan ke kampus
08.40-14.30    Kuliah
14.30-15.00    Perjalanan pulang dari kampus
15.00-18.00    Makan, istirahat, nonton tv
18.00-18.30    Sholat maghrib
18.30-21.00    Nyelang air, nyapu, ngepel, cuci piring, mandi, sholat isya
21.00-23.00    Nonton tv
23.00-05.00    Tidur

JUMAT, 05 OKTOBER 2012
JAM    KEGIATAN
05.00-05.30    Sholat subuh
05.30-07.00    Tidur lagi
07.00-09.30    Belanja sayur,masak
09.30-16.00    Nganter tetangga, masak, jagain anaknya
16.00-18.00    Nonton tv
18.00-18.30    Sholat maghrib
18.30-21.00    Nyelang air, nyapu, ngepel, cuci piring, mandi, sholat isya
21.00-23.00    Telephone someone(hehehe)
23.00-05.00    tidur

SABTU, 06 OKTOBER 2012
JAM    KEGIATAN
05.00-05.30    Sholat subuh
05.30-07.00    Tidur lagi
07.00-08.30    Masak
08.30-12.00    Nganter lek ke pasar(belanja dagangan)
12.00-14.00    Istirahat, makan
14.00-16.00    Ngerjain tugas
16.00-18.00    Nonton tv
18.00-18.30    Sholat maghrib
18.30-21.00    Nyelang air, nyapu, ngepel, cuci piring, mandi, sholat isya
21.00-23.00    Telephone someone(hehehe)
23.00-05.00    Tidur
   
MINGGU, 07 OKTOBER 2012
JAM    KEGIATAN
05.00-05.30    Sholat subuh
05.30-08.00    masak
08.00-12.00    Nyuci baju
12.00-13.30    Istirahat, makan, sholat duhur
13.30-17.30    Nonton bioskop
17.30-18.30    Makan, sholat maghrib
18.30-21.00    Nyelang air, nyapu, ngepel, cuci piring, mandi, sholat isya
21.00-22.30    Ngerjain tugas
22.30-05.00    tidur

SENIN, 08 OKTOBER 2012
JAM    KEGIATAN
05.00-07.00    Bangun tidur, sholat subuh, mandi,siap-siap ke kampus
07.00-08.00    Perjalanan ke kampus
08.00-13.00    Kuliah
13.00-16.00    Nganter natali beli kado
16.00-17.00    Bungkus kado
17.00-18.00    Makan, nonton tv
18.00-18.30    Sholat maghrib
18.30-21.00    Nyelang air, nyapu, ngepel, cuci piring, mandi, sholat isya
21.00-22.00    Ngerjain tugas
22.00-22.30    Telephone someone(hehehe)
22.30-05.30    tidur

SELASA, 09 OKTOBER 2012
JAM    KEGIATAN
05.30-06.00    Bangun tidur, sholat subuh
06.00-08.00    Rapih-rapih rumah, mandi
08.00-09.00    Ke kantor PDAM
09.00-11.00    Ke pasar
11.00-14.00    Makan, ke kampus, isi krs
14.00-17.00    Ngerjain tugas kelompok dikampus
17.00-18.30    Makan, sholat maghrib
18.30-21.00    Nyelang air, nyapu, ngepel, cuci piring, mandi, sholat isya
21.00-22.00    Nonton tv
22.00-23.00    Telephone someone(hehehe)
23.00-05.00    tidur

RABU, 10 OKTOBER 2012
JAM    KEGIATAN
05.00-08.30    Bangun tidur,  sholat subuh,  ngerjain tugas
08.30-09.00    Ngeprint tugas
09.00-10.00    Mandi, siap-siap ke kampus
10.00-10.30    Perjalanan ke kampus
10.30-16.00    kuliah
16.00-16.30    Perjalanan pulang dari kampus
16.30-18.00    Makan bareng temen kampus
18.00-18.30    Sholat maghrib
18.30-21.00    Nyelang air, nyapu, ngepel, cuci piring, mandi, sholat isya
21.00-21.30    Ngerjain tugas
21.30-24.00    Nonton tv
24.00-05.00    Tidur

KAMIS , 11 OKTOBER 2012
JAM    KEGIATAN
05.00-05.30    Sholat subuh
05.30-06.45    Tidur lagi
06.45-07.45    Mandi, siap-siap berangkat ke kampus
07.45-08.20    Perjalanan ke kampus
08.20-14.30    Kuliah
14.30-15.00    Perjalanan pulang dari kampus
15.00-18.00    Makan, istirahat, nonton tv
18.00-18.30    Sholat maghrib
18.30-21.00    Nyelang air, nyapu, ngepel, cuci piring, mandi, sholat isya
21.00-23.00    Telephone someone(hehehe)
23.00-05.00    Tidur

JUMAT, 12 OKTOBER 2012
JAM    KEGIATAN
05.30-07.00    Siap-siap berangkat ke kampus
07.00-07.40    Perjalanan ke kampus
07.40-17.30    Praktikum(kuliah)
17.30-18.00    Perjalanan pulang dari kampus
18.00-18.30    Istirahat
18.30-21.00    Nyelang air, nyapu, ngepel, cuci piring, mandi
21.00-22.00    Ngumpul sama temen
22.00-23.30    Telephone someone(hehehe)
23.30-05.00    Tidur

SABTU, 13 OKTOBER 2012
JAM    KEGIATAN
05.30-07.00    Tidur lagi
07.00-08.30    Ke pasar
08.30-10.00    Masak
10.00-11.00    Istirahat, makan
11.00-13.00    Nonton tv
13.00-17.30    Nyelang air, nyuci baju, nyapu, ngepel, cuci piring,mandi
17.30-18.30     Makan
18.30-22.00    Nonton tv
22.00-24.00    Telephone someone(hehehe)
24.00-05.00    Tidur
   
MINGGU, 07 OKTOBER 2012
JAM    KEGIATAN
05.30-08.00    Tidur lagi
08.00-09.30    Masak
09.30-11.00    Ngosrek kamar mandi
11.00-12.30    Makan, istirahat
12.30-14.00    Belajar
14.00-17.30    Nonton tv
17.30-18.30    Makan
18.30-21.00    Nyelang air, nyapu, ngepel, cuci piring, mandi
21.00-22.30    Telephone someone(hehehe)
22.30-05.00    Tidur

SENIN, 08 OKTOBER 2012
JAM    KEGIATAN
05.00-07.00    Bangun tidur, mandi,siap-siap ke kampus
07.00-08.00    Perjalanan ke kampus
08.00-14.30    Kuliah
14.30-17.00    Beli kado buat natali
17.00-19.00    Bungkus kado, maen bareng elysa
19.00-20.30    Nyelang air, nyapu, ngepel, cuci piring, mandi
20.30-21.00    Makan
21.00-22.30    Ngerjain tugas
22.30-05.30    Tidur

SELASA, 09 OKTOBER 2012
JAM    KEGIATAN
05.30-08.00    Rapih-rapih rumah, ngasih makan ayam
08.00-11.00    Ngerjain tugas
11.00-14.00    Nyelang air, masak, makan
14.00-18.00    Nyetrika
18.00-19.00    Makan, istirahat
19.00-21.00    Nyelang air, nyapu, ngepel, cuci piring, mandi
21.00-22.30    Ngerjain tugas
22.30-05.00    tidur

Pengeluaran selama 2 minggu


RABU, 03 OKTOBER 2012

UANG = Rp 50.000

PEMAKAIAN :
   
Jajan adik 1     = Rp 5.000
    Jajan adik 2     = Rp 10.000
    Jajan adik 3     = Rp 15.000
    Beli nasi uduk     = Rp 5.000
    Nutrisari     = Rp 3.000
    Pulsa        = Rp 7.000

SISA = Rp 5.000


KAMIS, 04 OKTOBER 2012

UANG = Rp 50.000 + Rp 5.000

PEMAKAIAN :
   
Jajan adik 1     = Rp 10.000
    Jajan adik 2     = Rp 15.000
    Jajan adik 3     = Rp 15.000
     nasi rames    = Rp 8.000
    es teh manis    = Rp 2.000
    naik angkot    = Rp 2.000
    bayar parkir    = Rp 1.000

SISA = Rp 2.000


JUM’AT, 05 OKTOBER 2012

UANG = Rp 50.000 + Rp 2.000

PEMAKAIAN :
   
Jajan adik 1     = Rp 5.000
    Jajan adik 2     = Rp 10.000
    Jajan adik 3     = Rp 15.000
    Beli gas        = Rp 14.000

SISA = Rp 8.000


SABTU, 06 OKTOBER 2012

UANG = Rp 50.000 + Rp 8.000

PEMAKAIAN :
   
Jajan adik 1     = Rp 5.000
    Jajan adik 2     = Rp 5.000
    Jajan adik 3     = Rp 5.000
    Beli sabun cuci     = Rp 5.000
    Kopi + kue    = Rp 5.000
    Pulsa        = Rp 7.000

SISA = Rp 26.000


MINGGU, 07 OKTOBER 2012

UANG = Rp 50.000 + Rp 26.000

PEMAKAIAN :
   
Jajan adik 1     = Rp 5.000
    Jajan adik 2     = Rp 5.000
    Jajan adik 3     = Rp 5.000
    Obat gula    = Rp 21.000
    Beli es jeruk    = Rp 3.000
    Otak – otak    = Rp 2.000

SISA = Rp 35.000


SENIN, 08 OKTOBER 2012

UANG = Rp 50.000 + Rp 35.000

PEMAKAIAN :
   
Jajan adik 1     = Rp 10.000
    Jajan adik 2     = Rp 15.000
    Jajan adik 3     = Rp 15.000
    Nasi rames    = Rp 10.000
    Nutrisari     = Rp 3.000
    Naik angkot     = Rp 2.000
    Parkir        = Rp 1.000
    Print tugas    = Rp 15.000
    Jajan mbah    = Rp 10.000

SISA = Rp 4.000


SELASA, 09 OKTOBER 2012

UANG = Rp 50.000 + Rp 4.000

PEMAKAIAN :
   
Jajan adik 1     = Rp 10.000
    Jajan adik 2     = Rp 15.000
    Jajan adik 3     = Rp 15.000
    Naik angkot    = Rp 2.000
    Jajan es        = Rp 2.000

SISA = Rp 10.000


RABU, 10 OKTOBER 2012

UANG = Rp 75.000 + Rp 10.000

PEMAKAIAN :
   
Jajan adik 1         = Rp 10.000
    Jajan adik 2         = Rp 10.000
    Jajan adik 3         = Rp 15.000
    Jajan mbah        = Rp 5.000
    Nutrisari         = Rp 3.000
    Obat batuk        = Rp 19.000
    Pulsa            = Rp 12.000
    Print tugas kelompok    = Rp 5.000

SISA = Rp 6.000


KAMIS, 11 OKTOBER 2012

UANG = Rp 75.000 + Rp 6.000

PEMAKAIAN :
   
Jajan adik 1             = Rp 10.000
    Jajan adik 2             = Rp 15.000
    Jajan adik 3             = Rp 15.000
    Jajan mbah            = Rp 5.000
    Nasi + soto + minun        = Rp 15.000
    Tolak angin + balsem        = Rp 10.000
    Naik angkot            = Rp 2.000

SISA = Rp 9.000


JUM’AT, 12 OKTOBER 2012

UANG = Rp 50.000 + Rp 9.000

PEMAKAIAN :
   
Jajan adik 1         = Rp 5.000
    Jajan adik 2         = Rp 10.000
    Jajan adik 3         = Rp 15.000
    Jajan mbah        = Rp 5.000
    Nasi rames + minum    = Rp 10.000
    Air isi ulang        = Rp 4.000
    Beli map        = Rp 4.000
    Naik angkot        = Rp 2.000
    Parkir            = Rp 1.000

SISA = Rp 3.000


SABTU, 13 OKTOBER 2012

UANG = Rp 50.000 + Rp 3.000

PEMAKAIAN :
   
Jajan adik 1         = Rp 5.000
    Jajan adik 2         = Rp 5.000
    Jajan adik 3         = Rp 5.000
    Jajan mbah        = Rp 5.000
    Es jeruk            = Rp 3.000
    Sabun cuci         = Rp 5.000
   
SISA = Rp 25.000


MINGGU, 14 OKTOBER 2012

UANG = Rp 0 + Rp 25.000

PEMAKAIAN :
   
Jajan adik 1         = Rp 5.000
    Jajan adik 2         = Rp 5.000
    Jajan adik 3         = Rp 5.000
    Indomie 5 bungkus     = Rp 10.000

SISA = Rp 0


SENIN, 15 OKTOBER 2012

UANG = Rp 50.000

PEMAKAIAN :
   
Jajan adik 1         = Rp 10.000
    Jajan adik 2         = Rp 10.000
    Jajan adik 3         = Rp 15.000
    Jajan mbah        = Rp 5.000
    Nasi uduk        = Rp 4.000
    Naik angkot        = Rp 2.000
    Parkir            = Rp 1.000
    Es mambo        = Rp 3.000
   
SISA = Rp 0


SELASA, 16 OKTOBER 2012

UANG = Rp 100.000

PEMAKAIAN :
   
    Jajan adik 3         = Rp 10.000
    Beli gas            = Rp 15.000
    Beli air            = Rp 4.000
   
SISA = Rp  71.000

100 TUJUAN JIKA TIDAK TERHALANG
DENGAN UANG DAN WAKTU


1.    JADI DOKTER
2.    PUNYA RESTORAN
3.    MENCOBA SEGALA MACAM MASAKAN
4.    MEMBELI PERALATAN DAPUR
5.    SEKOLAHIN ADIK SAMPAI SARJANA
6.    BANTU SAUDARA YANG SUSAH
7.    NAIKIN HAJI MBAH
8.    NAIKIN HAJI ORANG TUA
9.    NAIK HAJI
10.    PUNYA RUMAH
11.    PUNYA MOBIL
12.    PUNYA MOTOR
13.    PUNYA KONTRAKAN
14.    BANGUN RUMAH MBAH
15.    PUNYA RUMAH YANG ADA TAMANNYA
16.    PUNYA RUMAH YANG ADA KOLAM RENANG
17.    LANJUT KULIAH SAMPAI S2
18.    BELIIN MOTOR OM
19.    BELIIN RUMAH LEK
20.    BELIIN RUMAH BUAT  OM
21.    NYANTUNIN ANAK YATIM
22.    PUNYA YAYASAN
23.    BANTUIN ORANG SUSAH
24.    BANTUIN SEPUPU BIAR SEKOLAH TINGGI
25.    BUKA USAHA BUAT KELURGA
26.    LIBURAN  BARENG KELUARGA
27.    NGERAYAIN ULANG TAHUN ADIK
28.    NYUMBANG UNTUK PENGAJIAN MALEM JUMAT
29.    KUMPUL BARENG TEMEN DIRUMAH
30.    INGIN LANGSING
31.    MAU SEDOT LEMAK
32.    INGIN CANTIK
33.    MAU OPERASI PLASTIK
34.    BELI BAJU BAGUS
35.    BELI SEPATU
36.    BELI TAS
37.    NGAJAK MBAH KE RESTORAN TERMEWAH
38.    KURSUS BAHASA INGGRIS
39.    KURSUS KOMPUTER
40.    KURSUS MASAK
41.    BELI HP BARU
42.    BELIIN LAPTOP ADIK SEPUPU
43.    BELI SOFA
44.    BELI TEMPAT TIDUR
45.    BANTUIN ANAK YANG PUNYA SEMANGAT UNTUK SEKOLAH
46.    NGASUH ANAK YATIM
47.    PUNYA PEMBANTU
48.    MEMBALAS SEMUA KEBAIKAN GURU SAYA
49.    BALAS BUDI SEMUA ORANG YANG BAIK TERHADAP SAYA
50.    MEMBERI JAMINAN KESEHATAN TERBAIK UNTUK MBAH SAYA
51.    BELI LAPTOP
52.    BELI PRINTER
53.    PASANG JET PUMP
54.    BELI MESIN CUCI
55.    MASANG SPEEDY
56.    MASANG WIFI
57.    NGADAIN BUKA PUASA BERSAMA
58.    BELIIN BAJU LEBARAN
59.    DEKORASI KAMAR
60.    BELI BLENDER
61.    BELI BINDER
62.    BELI TV
63.    BELI KIPAS
64.    BELI AC
65.    TINGGAL DI PERUMAHAN
66.    PULANG KE KAMPUNG MBAH
67.    PULANG KE KAMPUNG IBU
68.    NYARI IBU
69.    NUNJUKIN SUKSES KEPADA IBU SAYA
70.    NGERAWAT IBU SAYA
71.    KUMPUL BARENG KELUARGA DIRUMAH
72.    MENURUTI SEMUA KEINGINAN MBAH
73.    BELIIN MOTOR BUAT LEK
74.    BELI MOTOR BUAT ADIK SAYA
75.    PUNYA MOBIL BERUKURAN BESAR
76.    PUNYA MOBIL PRIBADI
77.    PERNIKAHAN YANG MEWAH
78.    JALAN-JALAN  KE BALI
79.    PERGI KE JOGJA LAGI
80.    PENGEN KE ANYER
81.    PUNYA HP ANDROID
82.    PUNYA HP BLACKBERRY
83.    PENGEN ORANG TUA SAYANG SAYA
84.    PENGEN MBAH SAYANG SAYA
85.    DIHARGAI
86.    BELI KULKAS PINTU 2
87.    MEMBUKA LAPANGAN PEKERJAAN
88.    PUNYA VILLA DI PUNCAK
89.    PUNYA RUMAH DI TENGAH LAUT
90.    MAU PUNYA KANTONG DORAEMON
91.    MANCUNGIN HIDUNG
92.    PUNYA SEPATU KACA CINDERELLA
93.    MAU PUNYA PESAWAT
94.    MAU JALAN-JALAN KE LUAR ANGKASA
95.    MAU PUNYA UNIVERSITAS
96.    PUNYA KAPAL LAUT PRIBADI
97.    KELILING DUNIA
98.    JADI DIREKTUR PERUSAHAAN TERBESAR DIDUNIA
99.    NGEBANGUN APARTEMEN TINGKAT 100
100.    MINTA 100 PERMINTAAN LAGI


Rabu, 09 Mei 2012

tugas3pancasila


 Politik dan Strategi Nasional







KATA PENGANTAR




Puji syukur kehadirat Tuhan YME karena berkat rahmatNya makalah ini dapat terselesaikan. Makalah ini membahas mengenai politik dan strategi nasional yang mencakup pengertian politik, negara, kekuasaan, kebijakan umum, dan distribusi kekuasaan serta pengertian strategi dan strategi nasional begitu juga dasar pemikiran penyusunan politik strategi nasional sebagai tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Materi ini diambil dari hasil penelusuran di internet dan buku-buku yang bersangkutan dengan mata kuliah ini.

Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan makalah ini jika berkenan memberikan saran, penulis akan menerimanya dengan terbuka. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Penulis ucapkan terima kasih.






Jakarta, Mei 2012
Penulis






Pengertian politik, Negara, kekuasaan, pengembalian keputusan, kebijakan umum, distribusi kekuasaan


Politik
Secara etimologis, politik berasal dari kata Yunani polis yang berarti kota atau negara kota. Kemudian arti itu berkembang menjadi polites yang berarti warganegara, politeia yang berarti semua yang berhubungan dengan negara, politika yang berarti pemerintahan negara dan politikos yang berarti kewarganegaraan.

Negara
Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada.

Kekuasaan
Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh, atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku.

Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap pilihan

Kepentingan umum
Suatu asas yang dilaksanakan berdasarkan atas kepentingan untuk orang banyak diatas kepentingan golongan ataupun pribadi, demi terciptanya persatuan dan persatuan.


Distribusi kekuasaan
Ada tiga model distribusi kekuasaan yakni :

1. Model Elitis -> Yaitu suatu model distribusi kekuasaan yang berasumsi bahwa kekuasaan itu selalu bersifat timpang, dimana ada sedikit yang berkuasa yang disebut elit dan sebagian besar orang yang dikuasai. Model ini ada pada masyarakat yang tradisionil. Ada pada rezim-rezim yang otoriter. Tokoh pencetusnya yaitu Gatano Mosca dan Vil Fredo Pareto.

2. Model Populis ( Individu ) yaitu suatu model distribusi kekuasaan yang melibatkan partisipasi rakyat dalam jumlah yang sebanyak mungkin. Model ini berasumsi bahwa setiap individu memiliki hak politik yang sama.

3. Model Pluralis yaitu model pendistribusian kekuasaan yang melibatkan berbagai kelompok dalam masyarakat. Model ini lebih bertumpu pada kekuatan-kekuatan kelompok kepentingan dalam masyarakat.
Pengertian Politik, Strategi Dan Politik Strategi Nasional (Polstranas)

Kata “Politik” secara etimologis berasal dari bahasa Yunani Politeia, yang akar katanya adalah polis, berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri, yaitu negara dan teia, berarti urusan. Dalam bahasa Indonesia, politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Politik merupakan rangkaian asas, prinsip, keadaaan, jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki.
Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas, haluan, usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaan, dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Sedangkan strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional.

1. Dalam arti kepentingan umum (politics)
Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum, baik yang berada dibawah kekuasaan negara di Pusat maupun di Daerah, lazim disebut Politik (Politics) yang artinya adalah suatu rangkaian azas/prinsip, keadaan serta jalan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau suatu keadaan yang kita kehendaki disertai dengan jalan, cara dan alat yang akan kita gunakan untuk mencapai keadaan yang kita inginkan.

2. Dalam arti kebijaksanaan (Policy)
Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita/keinginan atau keadaan yang kita kehendaki. Dalam arti kebijaksanaan, titik beratnya adalah adanya :
a. Negara
b. Kekuasaan
c. Pengambilan keputusan
d. Kepentingan umum

Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional.

1.      Dalam perkembangannya istilah strategi condong ke militer sehingga ada tiga pengertian strategi :
a)      Strategi militer yang sering disebut sebagai strategi murni yaitu penggunaan kekauatan militer untuk tujuan perang militer
b)      Strategi besar (grand strategy) yaitu suatu strategi yang mencakup strategi militer dan strategi nonmiliter sebagai usaha dalam pencapaian tujuan perang.
c)       Strategi nasional yaitu strategi yang mencakup strategi besar dan di orientasikan pada upaya optimlaisasi pelaksanaan pembangunan dan kesejahteraan bangsa.

2.      Indonesia menuangkan politik nasionalnya dalam bentuk GBHN karena GBHN yang merupakan kepanjangan dari Garis-garis Besar Haluan Negara adalah haluan negara tentang penyelenggaraan negara dalam garis-garis besar sebagai pernyataan kehendak rakyat secara menyeluruh dan terpadu di tetapkan oleh MPR untuk lima tahun guna mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan.

3.      Agar perencanaan pelaksanaan politik dan strategi dapat berjalan dengan baik maka harus dirumuskan dan dilakukan pemikiran-pemikiran strategis yang akan digunakan. Pemikiran strategis adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi perkembangan keadaan lingkungan yang dapat mempengaruhi bahkan mengganggu pelaksanaan strategi nasional, umumnya dilakukan Telaah Strategi atau suatu kajian terhadap pelaksanaan strategi yang akan dilaksanakan dengan selalu memperhatikan berbagai kecenderungan. Juga dilakukan Perkiraan Strategi yaitu suatu analisis terhadap berbagai kemungkinan perkembangan keadaan dan lingkungan, pengembangan sasaran alternatif, cara bertindak yang ditempuh, analisis kemampuanh yang dimiliki dan pengaruhnya, serta batas waktu berlakunya penilaian terhadap pelaksanaan strategi.

4.      Wawasan strategi harus mengacu pada tiga hal penting, di antaranya adalah :
Melihat jauh ke depan; pencapaian kondisi yang lebih baik di masa mendatang. Itulah alasan mengapa kita harus mampu mendahului dan mengestimasi permasalahan yang akan timbul, mampu membuat desain yang tepat, dan menggunakan teknologi masa depan. Terpadu komprehensif integral; strategi dijadikan kajian dari konsep yang mencakup permasalahan yang memerlukan pemecahan secara utuh menyeluruh. Gran strategy dilaksanakan melalui bidang ilmu politik, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, baik lintas sektor maupun lintas disiplin. Memperhatikan dimensi ruang dan waktu; pendekatan ruang dilakukan karena strategi akan berhasil bila didukung oleh lingkungan sosial budaya dimana strategi dan manajemen tersebut di operasionalkan, sedangkan pendekatan waktu sangat fluktuatif terhadap perubahan dan ketidakpastian kondisi yang berkembang sehingga strategi tersebut dapat bersifat temporer dan kontemporer.

5.      Dalam ketatanegaraan Indonesia, unsur-unsur uatama sistem keamanan nasional adalah sebagai berikut :
Negara sebagai organisasi kekuasaan yang mempunyai hak dan peranan terhadap pemilikan, pengaturan, dan pelayanan yang diperlukan dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa. Bangsa Indonesia sebagai pemilik negara berperan untuk menentukan sistem nilai dan arah/ kebijaksanaan negara yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi penyelenggaraan fungsi-fungsi Negara. Pemerintah sebagai unsur manajer atau penguasa berperan dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan umum dan pembangunan ke arah cita-cita bangsa dan kelangsungan serta pertumbuhan Negara. Masyarakat sebagai unsur penunjang dan pemakai berperan sebagai kontributor, penerima, dan konsumen bagi berbagai hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan. Dilihat secara strukutural, unsur-unsur utama sistem keamanan nasional tersusun atas empat tatanan yaitu : tata kehidupan masyarakat (TKM), tata politik nasional (TPN), tata administrasi negara (TAN), dan tata laksana pemerintahan (TLP).
TKM dan TPN merupakan tatanan luar (outer setting), sedangkan TAN dan TLP merupakan tatanan dalam (inner setting) dari sistem keamanan nasional. Secara proses, sistem keamanan nasional berpusat pada suatu rangkaian tata pengambilan keputusan berwenang (TPKB) yang terjadi pada tatanan dalam (TAN dan TLP). Untuk penyelenggaraan TPKB diperlukan proses arus masuk yang dimulai dari TKM lewat TPN. Aspirasi dari TKM yang berintikan kepentingan rakyat dapat berasal dari rakyat (individu/ormas), parpol, kelompok penekan, organisasi kepentingan, dan pers. Rangkaian kegiatan dalam TPKB menghasilkan berbagai keputusan yang tehimpun dalam proses arus keluar berupa berbagai kebijakan yang dituangkan ke dalam berbagai bentuk peraturan perundngan sesuai dengan sifat permasalahan dan klasifikasi kebijakan serta instansi atau pejabat yang mengeluarkan, selanjutnya di salurkan ke TPN dan TKM.

6.      Mekanisme penyususunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden/ Mandatris MPR. Dalam melaksanakan tugasnya Presiden dibantu oleh lembaga-lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinatif, seperti Dewan Stabilitas Ekonomi, Dewan Pertahanan Keamanan Nasional,dll. Selanjutnya proses penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat ini dilakukan setelah presiden menerima GBHN, kemudian menyusun program kabinet dan memilih para menteri yang akan melaksanakan program kabinet tersebut. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. Jika politik nasional ditetapkan oleh Presiden/Mandataris MPR, maka strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen sesuai dengan bidangnya atas petunjuk presiden. Di tingkat infrastruktur, penyusunan politik dan strategi nasional merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh rakyat Indonesia dalam rangka pelaksanaan strategi nasional yang meliputi bidang hukum, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Sesuai dengan kebijakan politik nasional, maka penyelenggaraan negara harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan apa yang menjadi keinginan rakyat Indonesia sebagai sasaran sektoralnya. Peranan masyarakat dalam turut mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan oleh MPR maupun yang dilaksanakan oleh Presiden/Mandataris sangat besar.

7.      Lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999 sebagai salah satu wujud politik dan strategi nasional, telah memberikan dua bentuk otonomi kepada dua daerah, yaitu otonomi luas kepada daerah kabupaten/kota, dan otonomi terbatas kepada daerah provinsi. Sebagai konsekuensinya, maka kewenangan pemerintah pusat dibatasi. Lahirnya UU Nomor 22 Tahun 1999 secara legal formal menggantikan dua UU sebelumnya, yaitu UU Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Di Daerah dan UU Nomor 5 tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa.

8.      Sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 1999 bahwa perimbangan keuangan pusat dan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi fiskal mengandung pengertian bahwa kepada daerah diberikan kewenangan untuk memanfaatkan sumber keuangan sendiri dan didukung dengan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah. Kebijakan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah dilakukan dengan mengikuti pembagian kewenangan atau money follows function. Hal ini berarti bahwa hubungan keuangan antara pusat dan daerah perlu diberikan pengaturan sedemikian rupa sehingga kebutuhan pengeluaran yang akan menjadi tanggung jawab daerah dapat dibiayai dari sumber-sumber penerimaan yang ada. Sejalan dengan kebijakan tersebut, maka pengaturan pembiayaan daerah dilakukan berdasarkan asas penyelenggaraan pemerintahan. Pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan asas desentralisasi dilakukan atas beban APBD; pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelaksanaan asas dekonsentrasi dilakukan atas beban APBN; pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka tugas pembantuan dilakukan atas beban anggaran tingkat pemerintahan yang menugaskan.

Penyusunan Politik dan Strategi Nasional

Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945. sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. Lebaga-lembaga tersebut adalah MPR, DPR, Presiden, DPA, BPK, MA. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik”, yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (interest group), dan kelompok penekan (pressure group). Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang.

Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di itngkat suprastruktur politik diatur oleh presiden/mandataris MPR. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politk dilakukan setelah presiden menerima GBHN.

Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen berdasarkan petunjuk presiden, yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan.